Penderita Hipertensi Memiliki Resiko Terkena Stroke

Penderita Hipertensi Memiliki Resiko Terkena Stroke – Hipertensi atau lebih dikenal dengan nama tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah pada kesehatan. Hipertensi sendiri adalah gangguan tekanan darah atau daya pompa jantung yang berlebihan, pada orang dewasa normal tekanan darah sekitar 120/70 mmHg namun pada seseorang yang memiliki hipertensi bisa menjadi lebih tinggi. Saat ini penyakit cukup populer, sebab sebagian besar orang memiliki atau terkena hipertensi. Hal ini terjadi karena beberapa faktor seperti usia, faktor keturunan, gaya hidup yang tidak sehat, pola baik yang tidak baik, serta kurangnya olahraga menjadi faktor penyebab seseorang terkena penyakit hipertensi. Maka dari itu kita harus rutin mengecek tekanan darah, sehingga kita bisa mengontrol dan mengendalikan tekanan darah agar tidak mengalami kenaikan. Atur juga pola makan dengan baik karena hipertensi bisa muncul akibat makanan yang kita konsumsi.

Namun, hal yang paling berbahaya dari hipertensi ini adalah dapat menimbulkan penyakit stroke, yang mana penyakit stroke dikenal dapat membuat penderita mengalami kelumpuhan pada anggota tubuhnya. Jika anda memiliki hipertensi maka anda tidak akan memiliki gejala yang jelas untuk waktu yang lama. Gejala yang berhubungan dengan hipertensi temasuk kelelahan, kebingungan, perubahan visi, angina seperti nyeri dada, gagal jantung, darah dalam urin, mimisan, denyut jantung tidak teratur, telinga berdengung kebisingan. Tempat ketegangan hipertensi pada semua pembuluh darah anda membuat pembuluh darah menjadi lemah dan predisposisi untuk merusak. Selain itu, jantung anda juga harus bekerja lebih keras untuk menjaga darah anda tetap beredar. Setelah pembuluh darah anda melemah maka lebih cenderung untuk memblokir. Hal ini yang dapat mengakibatkan stroke iskemik dan hipertensi merupakan penyebab paling penting dari jenis stroke.

hipertensi

Stroke sendiri merupakan penyakit yang mempengaruhi pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Stroke ini terjadi apabila pembuluh darah ke otak baik di blokir oleh bekuan atau semburan. Ketika hal ini terjadi, bagian dari otak tidak lagi mendapatkan darah dan oksigen yang dibutuhkan, sehingga mulai mati. Otak manusia mengendalikan gerak tubuh dan juga pikiran, sehingga stroke tidak hanya menyakiti otak anda. Hal ini juga menyakitkan kemampuan otak untuk berpikir dan mengontrol fungsi tubuh. Stroke dapat mempengaruhi bahasa, memori dan visi serta menyebabkan kelumpuhan dan masalah kesehatan lainnya.

Oleh sebab itu, stroke sering kali dianggap penyakit yang dapat merusak kehidupan seseorang, karena untuk sembuh dari penyakit stroke membutuhkan waktu yang lama, dan dalam beberapa kasus stroke tidak sembuh secara total. Hipertensi memang dapat mengakibatkan datangnya stroke, hal ini karena hipertensi dapat merusak arteri sehingga mereka meledak atau menyumbat lebih mudah. Hipertensi dapat merusak arteri di seluruh tubuh, arteri ini akan melemah di otak yang membuat anda memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke. Semakin tinggi tekanan darah, maka semakin besar tekanan yang diderita oleh dinding pembuluh, apabila tekanan darah sangat tinggi, maka pembuluh darah bisa pecah terutama pada pembuluh darah yang berdinding kecil. Tekanan darah tinggi pada hipertensi bisa memicu pecahnya pembuluh darah ke otak.

Jika pembuluh darah otak sudah pecah itu akan mengganggu suplai oksigen dan nutrisi pada otak, sel otak akan mengalami penurunan fungsi kekurangan energi sehingga bisa mengakibatkan kematian sel saraf otak. Selain itu, darah yang keluar dari pembuluh darah bisa menekan jaringan disekitarnya dan merusaknya. Saat tekanan darah terlalu tinggi, pembuluh darah akan meregang sehingga darah dapat mengalir lancar, seringkali, peregangan itu menimbulkan luka parut dan melemahkan pembuluh darah di seluruh tubuh. Hipertensi juga bisa menyebabkan komplikasi penyakit lain seperti gagal ginjal, serangan jantung, gagal jantung, namun risiko paling tinggi adalah terkena penyakit stroke. Karena tekanan darah setiap saat mengalami naik turun secara tiba-tiba.

Tidak mudah memang mengetahui apakah seseorang memiliki tekanan darah yang normal atau tidak. Salah satu cara agar kita mengetahuinya adalah mengecek atau mengukur tekanan darah secara rutin dan teratur. Sepanjang hari memang tekanan darah akan mengalami naik turun, namun jika tekanan darah selalu tinggi dalam waktu atau periode yang alam, hal ini bisa mengakibatkan kerusakan pada jantung dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Maka untuk itu, kita harus bisa menjaga tekanan darah agar tetap normal. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga agar tekanan darah tidak terlalu terlalu tinggi seperti penurunan berat badan, mengurangi asupan sodium dan melakukan aktivitas fisik secara teratur adalah salah satunya.

Jika stroke sudah terjadi maka ini merupakan masalah yang serius, dan harus segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Biasanya saat seseorang terkena stroke mereka akan melakukan beberapa terapi atau pengobatan sesuai dengan anjuran dokter. Selain melakukan pengobatan secara medis, kita juga bisa melakukan pengobatan stroke secara alami seperti menjaga pola hidup dan menjaga asupan makanan yang dikonsumsi agar terhindar dari penyakit pemicu stroke seperti hipertensi. Kita juga bisa mengkonsumsi obat alami stroke yang memiliki khasiat serta manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh, hal ini karena obat alami lebih baik dibandingkan dengan obat kimia yang mana dapat menimbulkan efek samping saat kita mengkonsumsinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s