Diagnosis Penyakit Stroke Melalui Pemeriksaan Laboratorium

Diagnosis Penyakit Stroke Melalui Pemeriksaan Laboratorium

Seperti pemeriksaan penyakit lain, pasien penyakit stroke harus menjalani pemeriksaan darah. Hasil pemeriksaan darah ini akan memberikan informasi kepada dokter dan pasien mengenai faktor-faktor risiko yang sudah mendekam di tubuh pasien. Pemeriksaan dilakukan di labolatorium rumah sakit atau klinik.

Pemeriksaan Darah Lengkap
Dokter biasanya menuliskan pemeriksaan darah lengkap. Darah yang diperiksa antara lain sel darah merah, sel darah putih, leukosit, trombosit, dll. Jumal sel dihitung untuk mengetahui apakah pasien juga menderita anemia. Sedangkan leukosit untuk melihat sistem imun pasien. Bila kadar leukosit di atas normal, berarti ada penyakit infeksi yang sedang menyerang pasien.

Tes Darah Koagulasi
Tes darah ini terdiri dari tiga pemeriksaan, yaitu: prothrombin time, partial thromboplastin (PTT), interntional normalized ratio (INR), dan agregasi trombosit. Keempat tes ini gunanya untuk mengukur seberapa cepat darah pasien menggumpal. Ganguan penggumpalan bisa menyebabkan perdarahan atau pembekuan darah. Jika pasien sebelumnya sudah menerima obat pengencer darah seperti warfarin, INR digunakan untuk mengecek apakah obat itu diberikan dalam dosis yang benar. Begitu pun bila sebelumnya sudah diobati haperin, PTT bermanfaat untuk melihat dosis yang diberikan sudah benar atau tidak.

Tes Kimia Darah
Cek darah ini untuk melihat kandungan gula darah, kolesterol, asam urat, dll. Andai kata kadar gula darah atau kolesterol berlebih, bisa menjadi pertanda pasien sudah menderita diabetes atau jantung. Kedua penykait ini termasuk ke dalam salah satu pemicu stroke.

Khusus pemeriksaan glukosa darah, pasien diminta berpuasa 8 jam sebelum pemeriksaan. Tepat 8 jam, darah diteliti. Lalu pasien juga diminta makan. Dua jam stelah makan diperiksa kadar gulanya. Jika kadarnya berlebih pada saat puasa dan tak puasa, diduga pasien mengidap diabetes. Selain itu, pasien juga diperiksa serum darah, seperti kadar sodium, potasium, dan kalsium. Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengecek kesehatan liver dan ginjal

Tes Lipid Darah
Tes ini dimanfaatkan untuk melihat kadar kolesterol. Yang diperiksa adalah kadar kolesterol baik (HDL), kolesterol jahat (LDL), trigliserida, dan total kolesterol. Kolesterol dipandang ikut berperan terhadap kasus penyakit jantung dan stroke.

Tes Darah Dalam Situasi Tertentu
Banyak kasus stroke yang tidak diketahui penyebabnya memerlukan pemeriksaan darah ini. Umpamanya stroke yang mengenai penderita berusia muda atau anak kecil. Tes-tes darah yang diperlukan misalnya homosistein darah, kultur darah, enzim kardiak, seperti troponin, kreatin kinase, antibodi antikardiolipin dan antifosfolipid, dan lupus koagulan. Pemeriksaan toksikologi, dan sifilis juga terkadang diperlukan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s